Selayang Pandang Cangkrukan KLAS Februari 2018 “Tryout Online Menggunakan Moodle”


Bulan kedua di tahun 2018, Februari, akan segera berakhir, di minggu-minggu akhir inilah KLAS kembali dengan acara bulanan yang terkenal dengan sebutan Cangkru’an KLAS yang telah dilaksanakan pada 24/02/2018.

Sebuah acara rutin yang selalu diadakan setiap bulannya dengan tema yang tentu kekinian dengan pembahasan yang sedang hangat diperbincangkan oleh masyarakat di era digital saat ini, bermula dari obrolan ringan antara pengurus KLAS dengan beberapa guru SMK setelah kegiatan Lokakarya GNS3 Menggunakan Debian, muncullah ide untuk tema acara yaitu Tryout Online Menggunakan Moodle.

Moodle, singkatan dari Modular Object-Oriented Dynamic Learning Environment merupakan OSLP (Open-source Learning Platform) yang dikembangkan untuk kebutuhan belajar dan mengajar berbasis internet dan situs web. Moodle merupakan salah satu aplikasi dari konsep dan mekanisme belajar mengajar yang memanfaatkan teknologi informasi, yang dikenal dengan konsep pembelajaran elektronik atau e-learning. Moodle dapat digunakan secara bebas sebagai produk sumber terbuka (open source) di bawah lisensi GNU. Moodle dapat diinstal di komputer dan sistem operasi apapun yang bisa menjalankan PHP dan mendukung database SQL.

Cangkrukan kali ini menghadirkan dua pembicara sekaligus untuk mengupas “sesuatu” yang ada dibalik Moodle beserta implementasinya, Chotibul Umam, mahasiswa Progdi Teknik Informatika dari UPN “Veteran” Jawa Timur dan Pak Budi Santosa, ST., seorang guru kejuruan multimedia dari SMK IPIEMS, Surabaya.

Materi pertama disampaikan oleh Chotibul Umam dengan pokok bahasan membangun web server untuk Moodle menggunakan LEMP Stack. Hal yang mendasari dapat dijalankannya Moodle pada sistem operasi, lalu apa itu LEMP Stack? berikut ulasannya.

LEMP Stack adalah sebuah singkatan atau istilah yang merujuk pada beberapa perangkat lunak (sistem atau aplikasi) yang berjalan secara stack atau bertumpuk. Terdiri dari Linux (sistem operasi), EngineX (web server), MariaDB/MySQL (basis data) dan PHP. Semua paket tersebut berjalan bersamaan pada sistem operasi, inilah mengapa disebut stack.

Dalam permintaan sistem, Chotibul Umam menyampaikan beberapa acuan untuk persiapan membangun web server LEMP Stack, diantaranya persyaratan sistem, bagaimana memulainya, menginstal beberapa paket pustaka dan konfigurasinya hingga penginstalan sistem Moodle.

Materi kedua dibawahkan oleh Pak Budi Santosa, beliau menyampaikan bahwa Moodle merupakan Sebuah aplikasi Course Management System (CMS) yang gratis dapat di-download, digunakan ataupun dimodifikasi oleh siapa saja dengan lisensi secara GNU (General Public License). Anda dapat men-download aplikasi Moodle di alamat http://www.moodle.org . Saat ini Moodle sudah digunakan pada lebih dari 150.000 institusi di lebih dari 160 negara didunia.

Pak Budi Santosa juga menyampaikan “Beberapa aktifitas belajar mengajar yang dapat dilakukan dengan Moodle yaitu, assigment, chat, forum, kuis dan survey.”. secara keseluruhan, Assigment berarti sistem Moodle memfasilitasi untuk memberikan tugas kepada peserta pembelajaran secara daring, Chat digunakan untuk obrolan secara daring, Forum digunakan untuk ruang diskusi khusus untuk membahas mengenai suatu mapel atau matkul, Kuis digunakan untuk membuat ujian daring dan Survey digunakan untuk melakukan jejak pendapat secara daring.

Secara teknis, Moodle memiliki beberapa hak akses, ini sesuai yang diucapkan oleh Pak Budi Santosa, “Moodle memiliki tiga macam hak akses yang sesuai dengan dunia pendidikan kita, hak akses tersebut digunakan untuk memanajemen operasional Moodel sebagai sistem e-learning, (hak akses tersebut) ada administrator, teacher dan student”.

Nah, bagi anda yang ingin mencobanya membangun Moodle di localhost, berikut ini link materi yang telah saya siapkan :

http://s.id/MCF2018

 

Galeri Acara

Cangkru'an KLAS - Moodle - Februari 2018

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *