Hackathon Penerjemahan LibreOffice Pertama di Indonesia Sukses Diadakan di Gresik


Pada tanggal 3 s.d. 4 November 2018 yang lalu, acara Penerjemahan LibreOffice telah diselenggarakan. Acara yang diadakan di Gresik ini adalah tindak lanjut dari lokakarya pada Konferensi LibreOffice Indonesia 2018 bulan Maret lalu, dan merupakan acara translation hackathon LibreOffice pertama di Indonesia.

Terselenggara atas kerja sama antara Kelompok Linux Arek Suroboyo (KLAS) dan GresikDev dengan LibreOffice ID sebagai sponsor utama, acara ini bertujuan untuk mengajak para pemuda untuk turut aktif berkontribusi dalam proyek kode sumber terbuka, dalam hal ini sebagai penerjemah. Tentu saja ada target yang diupayakan untuk bisa terkejar. Selama 2 hari, para peserta berkumpul dan bekerja bersama di di Warunk Upnormal Gresik mulai dari pukul 09:30 hingga 16:00 WIB.

Target dari kegiatan ini adalah menyelesaikan terjemahan yang ada pada beberapa bagian dari LibreOffice, yaitu LibreOffice 6.1 – UI, LibreOffice Master – UI, dan LibreOffice Master – Help, dengan perincian 6.1 UI dan Master UI sebanyak 100% dan Master Help sebanyak 30%, seperti yang tercantum pada halaman wiki Pak Andika Triwidada.  Akan tetapi kami berusaha lebih optimis mencoba mencapai angka 45%.

Antusiasme para peserta cukup tinggi. Belum genap 1 pekan sejak acara ini diumumkan, pendaftar telah hampir mencapai kuota maksimal, yaitu 15 peserta. Di antara mereka bahkan ada yang berasal dari Ponorogo, kota yang berjarak cukup jauh dari Gresik. Ketika ditanya kemapa mau jauh-jauh datang mengikuti acara ini, 4 orang mahasiswa dari Universitas Darussalam Gontor (UNIDA) tersebut mengatakan ingin mendapatkan pengalaman berkontribusi sebagai penerjemah dan agar dapat menularkan pengalaman yang didapatkan nanti ke kawan-kawan di kampus mereka.

Pada acara ini, para peserta dibantu oleh beberapa mentor, yaitu Pak Andik dibantu oleh Mas Jordan dan Mas Rania. Pak Andik memulai dengan mengenalkan tentang LIbreOffice dan orang-orang dari Indonesia yang berkontribusi aktif sebagai anggota The Document Foundation (TDF), yaitu Pak Andika Tri Widada, Pak Rizal Muttaqin, dan Pak Ahmad Harris. Pak Andika adalah koordinator penerjemahan LibreOffice, Pak Rizal Muttaqin adalah anggota terbaru TDF dari Indonesia, sedangkan Pak Ahmad Harris adalah orang Indonesia pertama yang terpilih menjadi MC (Member Comittee) melalui voting anggota. Kemudian Pak Andik menjelaskan alur, alat, dan panduan penerjemahan.

Alur untuk mulai berkontribusi pada penerjemahan LibreOffice adalah mendaftarkan diri ke situs penerjemahan daring Pootle, milik TDF (The Document Foundation) yang dapat diakses pada https://translations.documentfoundation.org. Setelah mendaftar, pendaftar akan menjadi member yang bisa masuk ke situs Pootle, namun hanya bisa melihat hasil terjemahan kontributor lain saja. Agar dapat ikut menerjemahkan, pendaftar dapat menghubungi Administrator untuk meminta hak akses sebagai submitter.

Ada beberapa alat daring yang bisa kita manfaatkan untuk membantu kegiatan penerjemahan ini, diantaranya adalah KBBI daring (kbbi.kemdikbud.go.id), Kateglo (kateglo.com), dan Google Translate. Peserta juga dapat mengakses glosarium yang sebelumnya sudah dibuat oleh Pak Andik. Pak Andik juga menyampaikan beberapa aturan yang harus dipatuhi saat melakukan penerjemahan. Penerjemah tidak boleh mengubah struktur tag XML yang ada, variabel, simbol dan beberapa penanda yang memang sudah ditetapkan oleh TDF.

Setelah semua peserta memahami alur, penggunaan alat, dan aturan yang disampaikan, acara dilanjutkan dalam beberapa fase. Pada fase pertama, semua peserta bersama-sama fokus menerjemahkan kalimat / kata-kata pada Pootle yang disorot pada layar proyektor. Tujuannya adalah agar peserta bisa memahami penggunaan pootle dengan contoh langsung. Disampaikan juga beberapa tips untuk mempermudah penerjemahan. Setelah semua peserta memahami penggunaannya, acara dilanjutkan ke fase kedua.

Pada fase kedua, para peserta (dan juga panitia) dibagi menjadi beberapa tim. Satu tim terdiri dari tiga orang. Masing-masing tim secara acak ditugaskan untuk menerjemahkan 1 bagian dari Master Help. Bagian yang diterjemahkan adalah shared, swriter, scalc, sdraw, sbasic, dan simpress. Tiap tim bebas menentukan pembagian tugas masing-masing anggota dalam timnya. Pak Andik, Mas Jordan, dan Mas Rania selain membantu peserta juga mengerjakan Master – UI yang menyisakan 200-an kata yang sukar diterjemahkan.

Poin penting dari proses penerjemahan ini adalah kesepakatan terkait penggunaan istilah-istilah atau kata yang sukar dialih-bahasakan ke Bahasa Indonesia. Ada peserta yang bertanya langsung di dalam ruangan, ada pula yang bertanya melalui grup telegram yang telah disiapkan panitia. Gelak tawa pun sesekali membahana memenuhi ruangan karena diskusi yang terkadang lucu atau menjadi ricuh. Setelah mencapai kata sepakat, barulah peserta memasukkan hasil terjemahannya ke Pootle.

Penerjemahan hari pertama selesai pada pukul 16.30. Pak Andika selaku Koordinator penerjemahan LibreOffice menyatakan bahwa hasil penerjemahan hari pertama pada LibreOffice Master Help mencapai ±10.000 kata.

Pada hari kedua kegiatan yang dilakukan sama halnya dengan hari pertama, yaitu melanjutkan penerjemahan pada kata-kata atau kalimat yang belum diterjemahkan. Pada pertemuan ini terdapat kendala yang cukup terasa, yaitu listrik Warunk Upnormal yang mati berkali-kali dan membuat suasana ruangan menjadi panas dan gerah, namun hal ini tidak mengurangi antusiasme peserta untuk terus melanjutkan penerjemahan. Namun demikian, rencana untuk melakukan build LibreOffice setelah jeda makan siang akhirnya ditangguhkan. Peserta hanya ditunjukkan cara build dan melihat video build LibreOffice yang ada pada halaman wiki LibreOffice.

Akhirnya acara pada hari kedua ini harus berakhir. Pak Andik memberikan ringkasan kegiatan yang sudah berlangsung selama dua hari ini. Beliau memaparkan hasil dari kata yang sudah diterjemahkan, dengan hasil perolehan berikut :

Hasil penerjemahan LibreOffice selama dua hari

Pak Andik berterima kasih atas kerja keras para peserta dalam 2 hari tersebut. Beliau menyatakan bahwa pencapaian ini merupakan sebuah hasil yang memuaskan, meskipun pencapaian Master Help belum mencapai 45%. Hail lain yang patut pula disyukuri adalah setelah acara ini penerjemah LibreOffice yang aktif menjadi 21 orang dari yang semula hanya 3 saja dalam 2 bulan terakhir.

Sebelum acara berakhir, para peserta diajak untuk menyampaikan kesan atas acara penerjemahan ini. Perwakilan peserta dari UNIDA menyampaikan terima kasih atas ilmu dan pengalaman yang mereka dapatkan, dan mereka akan meneruskan dan mencoba mengajak kawan-kawan di kampusnya untuk ikut berkontribusi. Mas Darian dan Pak Aftian juga memberikan pesan-pesan penyemangat agar para peserta tetap konsisten berkontribusi demi kemajuan dan kemandirian bangsa dan negara. Setelah itu seperti biasa semua peserta dan panitia berfoto bersama sebagai kenang-kenangan.

Materi

Materi penerjemahan LibreOffice ini bisa diakses melalui tautan ini.

Dokumentasi Acara

Penerjemahan LibreOffice @Warunk Unormal - Gresik

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.