Selayang Pandang Cangkrukan KLAS September 2018, Era Industri 4.0 dari Segi Pendidikan dan Industri di Indonesia


Mengakhiri bulan yang penuh arti bagi segenap bangsa Indonesia, KLAS kembali hadir dengan event bulanannya, Cangkrukan KLAS, yang telah dilaksanakan pada Sabtu, 25/08/2018. Mengusung tema Era Industri 4.0, kami menghadirkan pembicara dari akademisi dan industri untuk mengupas segala persiapan yang dibutuhkan untuk menyongsong era industri 4.0, dari sisi pendidikan dan industri.Pada sisi akademisi ada Pak Aryo Nugroho, beliau adalah dosen dari salah satu universitas di Surabaya sekaligus Co Founder dari CATFIZ, layanan perpesanan berbasis Android.

Pada sisi industri ada Cak Aris Eko Priyanto dan Cak Agung Tarmudi, mereka berdua dari SISI (PT. Sinergi Informatika Semen Indonesia), anak usaha PT. Semen Indonesia (persero) Tbk. yang bergerak dibidang inovasi dan solusi teknologi informasi.

Pendidikan di Era Industri 4.0

Sesi pertama diisi oleh Pak Aryo, beliau menjelaskan persiapan-persiapan yang harus dimulai dari segi pendidikan untuk menyongsong era industri 4.0 ini. Namun sebelum itu, beliau mendahuluinya dengan perkembangan industri dari 1.0 hingga yang saat ini sedang hits, 4.0.

Beliau menyebutkan bahwa nilai yang terhimpun dari masing-masing perkembangan memiliki keunikan tersendiri, misalnya Industri 1.0, dimana pertama kali ditemukannya mesin bertenaga uap, yang terjadi saat itu banyak orang yang mengelu-elukannya. Begitu pula saat industri 2.0 dan 3.0 yang menghadirkan berbagai macam peluang-peluang baru untuk mulai berbisnis.

Perkembangan teknologi juga sangat mempengaruhi perkembangan masing-masing level industri. Saat ini telah berkembang setidaknya sembilan kategori pengetahuan yang beberapa diantaranya telah diadopsi oleh berbagai perguruan tinggi di Indonesia.

Pak Aryo, menjelaskan tiga diantaranya merupakan teknologi ‘vital’ jika kita ingin masuk ke era industri 4.0. Ketiga teknologi tersebut adalah IoT (Internet of Things), AR (augmented reality) dan BDA (Big Data and Analytics).

Pengetahuan akan bagaimana nantinya industri 4.0 dapat meningkatkan produktivitas masyarakat juga tidak kalah penting, hanya saja sangat banyak yang perlu disiapkan.

Keterampilan, waktu, pola pikir, infrastruktur, data, kolaborasi, bakat, konten dan sumber daya bersama seta kemajuan sosial merupakan beberapa pokok kebutuhan yang perlu ditanamkan untuk memulai menginjak era yang digadang-gadang dapat merubah cara manusia bekerja.

Namun, ada beberapa tantangan yang harus segera dilewati, baik oleh instansi pendidikan, pemerintah dan individu. Bagaimana instansi pendidikan menyiapkan lulusannya, bagaimana pemerintah mengeluarkan regulasi yang sesuai dan tepat sasaran, bagaimana individu dapat beradaptasi minimal penguasaan terhadap bahasa.

Ada bebelapa ‘jalur’ yang dapat kita lalui untuk memasuki era serba canggih ini, dimana pola pikir menjadi acuan utama, setelah itu kita dapat belajar dari siapa saja dan dimana saja.

Bagaimana cara merubah kebiasaan lama menjadi kebiasaan baru?, Pak Aryo membagi perubahan tersebut menjadi dua label. Label pertama adalah merubah diri kita. Label kedua adalah merubah sistem yang ada.

Label pertama dapat dimulai dari keterampilan berkomunikasi, hidup berkomunitas, menjadi sukarelawan dan bahkan jika perlu kita harus magang.

Label kedua sangat berhubungan dengan instansi tempat kita belajar, bagaimana instansi tersebut menyusun kurikulum yang sesuai, bagaimana metode dalam penerapannya hingga bagaimana memperoleh sertifikasi kompetensi dari bidang yang ditekuninya.

Yang terakhir adalah “out of the box“. Pak Aryo juga memberikan nasihat kepada para audiens, beliau mengatakan bahwa kita belajar bukan untuk mengejar standar dari guru atau dosen kita, harusnya lebih dari itu, kita harus belajar sesuai dengan standar dari industri, karena the real implementation adalah di industri itu sendiri.

Era Industri 4.0 Bagi Industri di Indonesia

Era industri 4.0 sangat berkaitan erat dengan teknologi IoT, jika suatu industri ingin masuk ke segmen 4.0 setidaknya meraka telah menerapkan teknologi IoT dalam sistem bisnis mereka. Setidaknya begitulah gambaran dari Cak Aris.

Sesi ke-2 ini Cak Aris dan Cak Agung akan berkolaborasi. Cak Aris fokus pada pembahasan non-teknis sedangkan Cak Agung membahas sebaliknya.

Cak Aris mendahuluinya dengan pertanyaan kenapa harus IoT? seperti yang dikutip dari IoT Analytics bulan Januari 2018, segmen IoT teratas adalah smart city, connected industri, dan connected building. Masing-masing segmen di negara seperti Amerika, Eropa dan Asia Pasifik memiliki nilai yang berbeda.

Industri 4.0 berdampak sangat besar dan luas pada sektor lapangan kerja meski begitu terdapat kekhawatiran akan kehilangan lapangan pekerjaan akibat digantinya robot dan mesin, lalu bagaimana nasib para pekerja?

Dampak yang mungkin ditimbulkan ketika era industri ke-4 ini berjalan, seperti mengutip dari tirto.id, adalah para pedagang di pasar dan kios memiliki resiko yang tinggi untuk digantikan oleh robot, begitu juga dengan pedagang asongan. Begitu juga dengan pegawai administrasi serta petani dan nelayan.

Meski begitu, masih ada beberapa lapangan pekerjaan yang potensi dampaknya rendah, seperti perajin, kuli bangunan, guru SD, SMP dan SMA dan yang terakhir adalah guru TK.

Meski begitu, dampak yang akan dirasakan industri memang cukup menguntungkan. Disamping dapat meningkatkan performa produksi, teknologi dibalik industri 4.0 juga dapat menganalisa strategi pasar serta dapat menekan biaya dalam jangka waktu yang panjang.

Kini giliran Cak Agung yang menjelaskan teknis mengenai konsep dan penerapan industri 4.0 bagi industri sesuai dengan standar dari OPC Foundation The Industrial Interoperability Standard™.

Adapun standar yang dikerjakan oleh OPC Foundation adalah sebagai berikut:

  • OPC menstandarisasi komunikasi kontrol data control proses.
  • OPC menstandarisasi teknologi, bukan sebuah produk.
  • OPC menyediakan interoperabilitas dan skalabilitas sesungguhnya.
  • OPC bisa mengurangi waktu dan ongkos implementasi

Materi Acara

Bagi anda yang kebetulan tidak dapat menghadiri acara ini, anda dapat mengunduh berkas presentasi pada tautan dibawah ini:

Materi Cangkrukan KLAS – Pendidikan di Era Industri 4.0 Oleh Aryo Nugroho.

Materi Cangkrukan KLAS – Era Industri 4.0 Bagi Industri di Indonesia Oleh Aris Eko P. dan Agung Tarmudi.

Dokumentasi Acara

Cangkrukan KLAS 25 Agustus 2018, Industri 4.0

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.