Selayang Pandang Lokakarya Infrastruktur Kunci Publik


Cangkrukan KLAS bulan April tahun 2018 telah dilaksanakan pada tanggal 28 membahas mengenai dasar infrastruktur kunci publik maupun kunci privat serta seni dalam kriptografi yang dibawakan oleh Pak Noor Azam dan Pak Herpiko Dwi Aguno.

Acara rutin yang dilaksanakan setiap bulan kali ini sedikit mengulas sesuatu yang berbeda dari topik yang biasanya dimuat setiap kali Cangkrukan KLAS diadakan, tentu ini sesuai dengan bobot topik yang dibawakan.

Sesi pertama diisi oleh Pak Noor Azam, beliau memulainya dengan seni kriptografi sebelum era komputerisasi melanda seperti saat ini, dimana pada saat itu seni kriptografi digunakan untuk kebutuhan mentransmisikan pesan rahasia pada masa perang dunia ke-2.

Dalam presentasinya, Pak Noor menjabarkan bahwa inti dari teknik kriptografi adalah menyembunyikan tulisan, persis seperti peristiwa yang terjadi pada masa perang dunia ke-2 terjadi.

Jika pada zaman perang dunia seni kriptografi hanya digunakan untuk mengenkripsi dan mendeskripsikan pesan rahasia, maka pada era digitalisasi seperti sekarang ini penggunaannya lebih luas, bukan hanya untuk mengekripsi saja, misalkan kata sandi, melainkan sudah merambah pada penggunaan protokol transmisi hyperteks, HTTPS.

Tidak cukup sampai disitu, penggunaan kriptografi telah menyebar ke berbagai kebutuhan seiring berkembangnya kegiatan dunia digital, seperti contoh penggunaan sertifikat digital yang telah digagas oleh pemerintah Indonesia melalui Kemkominfo, sivion.

Sesi ke-2 diisi oleh Pak Herpiko, beliau akan mengulas secara teknis bagaimana membangun pondasi dasar infrastruktur kunci publik, sebelum memulai, beliau memberikan beberapa kata pembuka untuk mengawalinya.

Infrastruktur kunci publik dibangun atas empat pilar, dimana masing-masing pilarnya memiliki peran yang sangat penting dalam menangani beberapa permasalahan.

Pilar pertama, Authentication, pilar ini merupaan sebuah entitas yang dapat diverifikasi berdasarkan jaringan kepercayaan yang ada. Pilar kedua, Integrity, pilar ini bertugas menjaga keabsahannya suatu informasi serta memastikan tidak adanya perubahan selama informasi tersebut ditransmisikan. Pilar ketiga, Confidentality, pilar ini merupakan pilar yang digunakan untuk merahasiakan suatu informasi dan menyediakannya hanya kepada sebagian pihak atau proses yang berhak dalam mengakses informasi tersebut. Pilar keempat, Non-repudiation, pilar ini berkaitan dengan kesadaran diri atas sesuatu yang telah dilakukan, dimana (semisal) saya tidak dapat menyangkal bahwasannya saya telah menandatangani atau mengenkripsi dokumen tersebut.

Infrastruktur kunci publik memiliki banyak alat yang dapat kita manfaatkan untuk membangun infrastruktur kunci publik secara mandiri, di Indonesia telah berkembang beberapa alat atau pustaka kunci publik, diantaranya ada Erpiko dengan slogan PKI made easy, salah satu pustaka yang dikembangkan dari bahasa C++. Anda dapat memeroleh beragam informasi mengenai Erpiko melalui laman https://gitlab.com/KodeKreatif/erpiko.

Sampai disini, kegiatan dilanjutkan dengan mencoba membuat infrastruktur kunci publik sederhana menggunakan OpenSSL, jika anda berhalangan hadir pada kesempatan kali ini, Pak Herpiko telah menyiapkan tautan khusus yang bisa anda coba sendiri, https://s.id/klasikp.

Demikian keseruan acara Cangkrukan KLAS yang telah dilaksanakan pada 28 April 2018, akhir kata, saya mengucapkan banyak rasa terima kasih kepada pembicara, Pak Noor dan Pak Herpiko, juga kepada segenap sponsor yang telah mendukung terselenggaranya acara ini.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *