Selayang Pandang OpenStack Administration Workshop


Acara OpenStack Administration Workshop telah diadakan atas keja sama antara KLAS dan PENS yang diwakili oleh OSC PENS (Open Source Community PENS) pada Sabtu 21/04/2018 pada jam 8:30 hingga 19:00 di Laboratorium Jaringan Komputer, Gedung D4, Politeknik Elektronika Negeri Surabaya.

Acara ini merupakan realisasi dari program GLiB Adventure 2018, dimana Surabaya adalah kota pertama yang mendatangkan pejuang muda GLiB melalui undangan resmi dari ketua KLAS, Darian Rizaludin.

Apa itu GLiB Adventure 2018? Apa hubungannya dengan acara KLAS kali ini? Nah, jika anda sama penasarannya dengan saya, saya akan mengulasnya lebih dahulu.

GLiB Adventure 2018 merupakan program yang digagas oleh para pejuang GNU/Linux Bogor dengan membawa visi dan misi untuk berbagi ilmu pengetahuan mengenai perangkat lunak merdeka dan terbuka ke seluruh pelosok Indonesia. Agar program ini berjalan sesuai dengan harapan, para aktivis GLiB telah membagikan pemberitahuan melaui berbagai media sosial serta di situs resminya yang beralamat di https://glibogor.or.id/.

Petualangan pejuang muda GLiB pun dimulai, tujuan mereka yang pertama adalah kota yang dikenal dengan sebutan Kota Pahlawan, Surabaya, dengan membawa misi berupa ilmu pengetahuan tentang fundamental komputasi awan yang kini sudah mulai berkembang di Indonesia, OpenStack.

Dua pejuang muda GLiB, Saputro Aryulianto dan Pahlevy Tawainella siap mengguncang mindset para peserta acara mengenai fundamental komputasi awan menggunakan OpenStack.

Kita kembali ke acara. Waktu normal yang dibutuhkan untuk menyelesaikan pembangunan infrastruktur OpenStack sebenarnya adalah dua hari, itu sesuai dengan yang dibicarakan oleh Saputro Aryulianto dengan Darian Rizaludin selaku ketua acara namun karena konsep acaranya hanya sehari, sehingga harus ada beberapa materi yang harus disesuaikan agak bisa dieksekusi dalam waktu tujuh jam.

Tepat jam 09:00 acara dimulai dan dibuka langsung oleh Darian Rizaludin, setelah menyampaikan beberapa kata dan pesan-pesan seponsor, Darian mempersilahkan Saputro Aryulianto untuk memulai acara OpenStack Administration Workshop.

Sesi pertama acara dimulai dari pembukaan acara hingga menjelang ISHOMA pada jam 11:30, pemateri menuntun peserta dengan membuatkan catatan yang dapat diakses oleh masing-masing peserta. Pemateri juga membuat improvisasi saat acara, dimana ketika proses compiling yang tidak dapat diprediksi kapan selesainya, dia membuat selingan dengan menerangkan tentang dasar dan macam-macam layanan komputasi awan yang dapat dicoba oleh peserta acara, jika dikemudian hari ingin mencari alternatif dari OpenStack.

Jam telah menunjukkan waktu ISHOMA harus segera dilaksanakan, peserta pun dapat istirahat sembari menikmati hidangan makan siang, kemudian bagi yang muslim dipersilahkan untuk menunaikan ibadah sholat dzuhur. Waktu ISHOMA sampai dengan jam 13:00.

Sesi kedua OpenStack Administration Workshop dimulai kembali, kali ini hanya ada beberapa peserta yang dapat masuk ke dashboard OpenStack dengan lancar, kebanyakan mengalami error pada saat proses compiling dengan indikasi error tidak dapat mengunduh paket tertentu, sehingga peserta harus mengunduh manual dan menjalankan kembali proses compiling, jam menunjukkan pukul 16:00 sesi kedua break sebentar untuk memberikan kesempatan kepada peserta untuk ngopi dan istirahat sebentar untuk melakukan ibadah.

Acara dimulai kembali, kali ini fokus pada manajemen administrasi pada sisi OpenStack, mulai dari mempersiapkan mesin, manajemen jaringan, menambahkan kunci ssh sampai menjalankan node yang telah dibuat di OpenStack. sesi ini berlangsung hingga menjelang jam 18:00, kembali acara harus break sebentar untuk memberikan sebagian peserta untuk menjalankan ibadah, namun sayangnya ada beberapa peserta yang harus segera meninggalkan ruangan.

Sesi terahir kemudian dimulai lagi, sesi ini adalah sesi terakhir yang fokus untuk membantu peserta yang masih mengalami kendala, Saputro Aryulianto langsung turun tangan membantu peserta yang mengalami kesulitan.

Satu-per-satu peserta dapat menjalankan node-nya pada OpenStack, tidak semuanya memang, karena proses tersebut memang membutuhkan resource yang besar dan kondisi komputer yang prima, sehingga hasil masing-masing peserta bisa saja berbeda.

Waktu terus berjalan dan acara-pun harus segera diakhiri, sebelum mengakhiri acara, Saputro Aryulianto membagikan hadiah khusus bagi peserta yang dapat menyelesaikan dengan baik, peserta tersebut mendapatkan hadiah eksklusif berupa satu buah buku dengan judul Menulis Buku Dengan LibreOffice karya Sokibi, peserta yang lain tentu juga mendapatkan hadiah berupa bulpoin dan DVD Endless.

Cak Darian, Mas Ary dan Mas Levy menutup acara dengan menyampaikan sedikit pengumuman mengenai openSUSE Asia Summit 2018 yang akan diadakan di Taipe, Taiwan pada pertengahan bulan Agustus mendatang, mereka mengajak para peserta acara untuk ikut andil dalam acara tersebut, baik sebagai pemateri atau peserta biasa, jika menjadi pemateri maka ada reimburse biaya yang dikeluarkan sebanyak (kurang lebih) 80%. Cak Darian juga mengumumkan acara Cangkru’an KLAS pada Sabtu, 28 April 2018 (minggu depan), yaitu Lokakarya Public Key Infrastructure menggunakan OpenSSL.

Akhir dari tulisan ini, panitia acara mengucapkan banyak rasa terima kasih kepada GLiB (GNU/Linux Bogor) atas program #GLiBAdv2018, PENS selaku penyedia tempat, teman-teman OSC PENS yang turut mendukung acara, PT. Rahajasa Media Internet (RADNET) yang juga turut mensponsori acara ini.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *