Selayang Pandang Konferensi LibreOffice Indonesia 2018 Hari Ke-1


Sabtu, 24/03/2018 kemarin, merupakan hari pertama terlaksananya Konferensi LibreOffice Indonesia 2018 hari pertama setelah sebelumnya dilaksanakan lokakarya membangun LibreOffice dari kode sumber serta penerjemahannya.

Secara keseluruhan, konsep acara juga sangat berbeda dengan lokakarya. Konferensi akan diisi oleh beberapa mentor yang akan membagikan cerita kesuksesan saat menggunakan perangkat lunak bebas dan merdeka dalam kegiatan sehari-hari.

Franklin Weng saat membawakan topik “What We Have Done in Taiwan”

Acara yang dimulai dari jam 09:00 hingga 16:00 ini dibagi menjadi beberapa kelas utama dan kelas paralel. Kelas utama diisi oleh beberapa pembicara utama. Pada kelas utama ada dua pembicara, yaitu Franklin Weng, dia akan bercerita mengenai kesuksesannya memigrasikan pemerintah Taiwan untuk menggunakan LibreOffice sebagai solusi perangkat lunak perkantoran. Untuk melengkapi cerita dari Franklin Weng, Riki Arif Gunawan dari Kemkominfo RI membawakan materi mengenai tanda tangan digital dan pemanfaatannya untuk dokumen digital.

Riki Arif Gunawan, Kasubdit Teknologi Keamanan Informasi, Kemkominfo RI saat membawakan topik tanda tangan digital

Kelas utama selesai pada jam 11:00, peserta berkesempatan meluangkan waktu selama 30 menit untuk memilih kelas paralel selanjutnya.

Kelas paralel pun dimulai. Ada tiga kelas paralel yang bisa dipilih oleh peserta konferensi.

Kelas paralel 1 diisi oleh Faiq Aminuddin dengan membawakan topik mengenai pengalaman pribadi “Pemanfaatan LibreOffice Pada Lembaga Pendidikan”, sebagai seorang yang berkecimpung pada dunia pendidikan, Faiq Aminuddin sukses mengimplementasikan LibreOffice di MTs. Irsyaduth Thullab.

Kelas paralel 2 diisi oleh Iwan S. Tahari selaku owner dari pabrik sepatu Fans, dia membawakan topik yang sangat melekat pada perusahaan, khususnya pada urusan pemberkasan “Memanfaatkan LibreOffice di Pabrik Sepatu Fans”.

Kelas Paralel 3 diisi oleh Umul Sodikoh dengan membawakan topik “Susahnya merekrut kontributor perempuan untuk FOSS” yang akan mengupas tuntas mengenai problematika minimnya kontributor kaum hawa pada proyek perangkat lunak bebas dan terbuka.

Kelas paralel jam pertama ditutup tepat pada jam 12:00 mengingat waktu ISHOMA (Istirahat, Sholat, Makan) telah tiba, para peserta dipersilahkan untuk menikmati hidangan makan siang, beribadah, atau mengunjungi stand pameran yang ada, atau berfoto ria di tempat yang telah disediakan hingga jam 13:30.

Kelas paralel pun dibuka kembali untuk jam kedua tepat pada pukul 13:30 dan tetap dengan pembagiannya, yaitu tiga kelas paralel namun dengan waktu yang agak berbeda dengan kelas paralel jam pertama.

Kelas paralel 1 akan diisi oleh dua pembicara sekaligus dengan waktu yang berbeda. Kelas pertama jam 13:30 s/d 14:00 diisi oleh Mukhamad Nurul Irfan, dia membawakan topik mengenai “Menulis Template Laporan Sekripsi atau apapun dengan LibreOffice Writer”. Sesi selanjutnya pada kelas yang sama, dilanjutkan oleh Samsul Ma’arif, dia membawakan topik “Menjalankan LibreOffice Terbaru dengan Docker Container” mulai jam 14:00 s/d 14:30.

Kelas paralel 2 diisi oleh tiga pembicara yang berbeda dengan estimasi waktu yang berbeda. Kelas pertama dimulai dari jam 13:30 s/d 14:00 diisi oleh Darian Rizaludin, dia membawakan topik mengenai “Collabora Online in NextCloud”. Pemateri selanjutnya adalah Ahmad Romadhon Hidayatullah, dia membawakan materi mengenai “Personalisasi tampilan LibreOffice”, mulai dari jam 14:00 s/d 14:15. Pemateri terahir di kelas paralel 2 adalah Nur Aini Rakhmawati, dia membawakan topik mengenai “Mari Putuskan Langkah Anda Dengan LibreOffice” yang dimulai dari jam 14:15 s/d 14:30.

Kelas paralel 3 diisi langsung oleh Italo Vignoli, dia membawakan materi mengenai bagaimana cara mendapatkan sertifikasi profesi dengan LibreOffice dalam “Lokakarya sertifikasi LibreOffice, sertifikasi program dan sertifikasi skill”, kelas ini dibawakan mulai dari jam 13:30 hingga 14:30.

Keseluruhan kelas paralel jam ke-2 berakhir pada jam 14:30. Peserta dapat beristirahat kembali hingga jam 15:00, untuk menjaga fikiran peserta tetap segar, tim panitia telah menyediakan coffee & tea break sebagai pendamping waktu istirahat. Tak ketinggalan pula, peserta juga mendapatkan beberapa hidangan sebagai pelengkap waktu ngopi, Kebab Lasan turut meramaikan acara konferensi.

Jam telah menunjukkan pukul 15:00, seluruh peserta menuju ruang auditorium untuk mendengarkan sesi terakhir dari rangkaian acara konferensi hari pertama.

LibreOffice melalui yayasan The Document Foundation yang diwakili oleh Italo Vignoli memberikan wejangan selama 45 menit dengan membawakan topik “The Interoperability of Digital Documents” mengulas secara gamblang mengenai produk perkantoran yang bebas digunakan oleh semua kalangan, keunggulan, kemudahan akses dari masa kini hingga masa yang akan datang.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *