Selayang Pandang Konferensi LibreOffice Indonesia 2018 Hari Ke-0


Tahukah anda kalau Konferensi LibreOffice Indonesia 2018 memiliki sesi khusus? yang saya maksud sesi khusus ini adalah sesi lokakarya, yah sesi yang membahas masalah teknis bagaimana kita membangun LibreOffice dari kode sumber dan berkontribusi dalam proses penerjemahan.

Lokakarya ini dilaksanakan pada Jum’at, 23/03/2018 di Labolatorium Jaringan Komputer, Gedung D4, Politeknik Elektronika Negeri Surabaya, dengan harapan mencari bibit-bibit muda agar tergerak untuk berkontribusi pada proyek perangkat lunak bebas.

Tepat jam 08:00 acara ini dimulai dengan membuka registrasi peserta, peserta yang telah registrasi mendapatkan satu botol soft drink dan kartu identitas, setelah itu peserta dipersilahkan memasuki lab yang telah disediakan sambil menunggu pembicara datang.

pemateri lokakarya LOCI 2018

Pak Andika Triwidada, pembicara lokakarya LOCI 2018

Sambil menunggu pembicaranya datang, tidak ada salahnya untuk mengenal beliau terlebih dulu bukan, pembicara dalam lokakarya Konferensi LibreOffice Indonesia 2018 adalah Pak Andika Triwidada, beliau merupakan kontributor dari beberapa proyek perangkat lunak bebas sebagai translator Bahasa Indonesia, khususnya pada proyek translator LibreOffice.

Nah, tidak lama berselang, Pak Andika pun datang, beliau kami persilahkan untuk masuk ke ruangan lab jarkom. Tepat di tempat duduk pengajar. Satu orang panitia terlihat membantu mempersiapkan jaringan untuk laptop yang digunakan oleh Pak Andika.

Tepat jam 8:35 acarapun dimulai. Acara lokakarya dibagi menjadi dua sesi, sesi pertama Pak Andika menerangkan tentang persiapan dan langkah-langkah membangun LibreOffice dari kode sumber dan menjalankannya sebagai developer mode.

Pak Andika saat membantu pembicara mengatasi error

Pak Andika saat membantu pembicara mengatasi error

Tahapan yang dilakukan Pak Andika pada sesi pertama ini langsung meloncat ke poin 2, yaitu Package Prerequisite, karena sebelumnya langkah satu sudah dipersiapkan oleh panitia pada malam sebelumnya.

Pertengahan sesi pertama, keributan bermula saat Pak Andika bertanya tentang proses membangun paket yang dilakukan peserta  “Bagaimana proses build paketnya? apa ada yang error?” tanya beliau, sontak satu persatu mengangkat tangannya. Pak Andika dibantu kawan-kawan panitia mendatangi tempat peserta yang mengalami error pada saat proses build, sesekali panitia juga bertanya ke Pak Andika mengenai pesan error yang tampil. Akhirnya, sesi pertama pun selesai.

Sesi kedua dimulai jam 13:30, saat itu Pak Andika sedang ada pertemuan dengan para petinggi PENS, sehingga untuk sementara sesi kedua ini dilanjutkan sementara oleh Pak Kukuh Syafaat, Presiden openSUSE ID. Sesi kedua ini membahas mengenai penerjemahan LibreOffice daring maupun luring lengkap dengan persiapan dan langkah-langkahnya.

Tidak lama kemudian Pak Andika tiba di lab jarkom. Pergantian pembicara dilakukan dengan segera mengingat waktu lokakarya terus berjalan, khawatir kehabisan waktu dan materi belum tersampaikan semua.

Waktu terus berjalan dan semakin mendekati akhir acara. Moderator menutup acara dengan memanjatkan do’a bersama agar semua pengetahuan yang diperoleh saat lokakarya bisa bermanfaat untuk masyarakat luas dan dilanjutkan dengan sesi foto bersama.

Foto bersama di akhir acara dengan Pak Andika

Demikianlah kegiatan hari ke-0 Konferensi LibreOffice Indonesia 2018, semoga semakin banyak kawula muda yang turut memberikan solusi kepada masyarakat melalui gerakan proyek perangkat lunak merdeka.
Jika anda tertarik mencoba menerapkan dirumah semua kegiatan Lokakarya Konferensi LibreOffice ini, berikut saya cantumkan materi yang saya dapatkan langsung dari Pak Andika:

https://drive.google.com/drive/folders/1VvqnsxPAAUxja-yO77JKVFqKsDk97PJv?usp=sharing

🙂

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.