Selayang Pandang Lokakarya GNS3 menggunakan Debian


Komunitas GNU/Linux yang paling eksis di Surabaya, KLAS, baru saja menyelenggarakan acara lokakaryanya yang diadakan di Politeknik Elektronika Negeri Surabaya pada Sabtu, 09/12/2017.

Acara lokakarya ini sangat berbeda dengan acara bulanan KLAS, karena pada acara ini peserta akan melakukan praktik secara langsung sehingga materi yang disampaikan juga akan lebih mudah difahami.

Sesuai dengan Visi dan Misi, disamping bersinergi dengan dunia industri, KLAS juga melebarkan sayapnya dalam menggandeng beberapa institusi pendidikan untuk terus memberikan dukungan dan edukasi. Dengan adanya kerja sama ini, diharapkan setiap kegiatan yang dijalankan oleh KLAS bisa memberikan banyak manfaat untuk masyarakat.

Lokakarya kali ini dipandu oleh seorang dosen yang berkompeten dibidang jaringan komputasi, beliau adalah Pak Benediktus Anindito atau biasa dipanggil Pak Benny, beliau ini merupakan alumnus (S1 dan S2) ITS dan dosen di Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Narotama Surabaya.

Awal acara, Pak Benny mengatakan bahwa banyak aplikasi yang bisa digunakan untuk mensimulasikan jaringan komputer, salah satunya adalah GNS3. GNS3 merupakan perangkat lunak yang dibangun dari bahasa Python dan telah mendukung beberapa platform virtualisasi seperti, Dynamips (virtualisasi IOS, Cisco), VirtualBox, VMware serta Qemu.

Apakah cukup hanya dengan GNS3 saja?, tentu saja tidak, sesuai dengan tema lokakarya, digunakan sistem operasi khusus untuk mengimplementasikannya, MikroTik CHR. MikroTik merupakan salah satu vendor pengembang sistem operasi yang didesain khusus untuk menjadikan PC atau komputer lama anda menjadi perangkat router yang powerfull. CHR atau Cloud Hosted Router merupakan versi RouterOS yang memang didesain khusus untuk dijalankan dimesin virtual. Semua itu dijalankan pada sistem operasi GNU/Linux yang terkenal dengan kemudahan dan kestabilannya, Debian.

Sebagai langkah awal, Pak Benny menunjukkan gambar skema jaringan yang akan digunakan sebagai patokan untuk implementasinya. Sekema jaringanya adalah sebagai berikut:

Topologi yang digunakan

Topologi yang digunakan

Terdapat dua perangkat router yang saling terhubung, dimana masing-masing router mempunyai dua network adapter (NA), NA1 (e0/0) digunakan untuk menghubungkan antar perangkat router dengan spesifikasi alamat IP (Internet Protokol) 10.1.1.1/24 untuk router1 dan 10.1.1.2/24 untuk router2, NA2 (e1/0) pada masing-masing router digunakan untuk menyambungkan hub/switch dengan alamat IP 192.168.1.1/24 untuk router1 dan 192.168.2.1/24 untuk router2, dari masing-masing hub/switch tersebut barulah disambungkan 1 PC per-switch dengan ketentuan IP seperti pada keluarga masing-masing IP pada router (e1/0).

Metodologi yang digunakan pada lokakarya ini adalah dengan melakukan setting pada masing-masing perangkat router, agar dapat saling terhubung (antara router1 dan router2) dibutuhkan konfigurasi khusus yang dikenal dengan “Konfigurasi Routing Statis” atau mengatur jalur tetap untuk kedua jaringan agar bisa saling terhubung, kemudian dilanjutkan dengan mengkonfigurasi IP pada masing-masing PVCS (Virtual PC Simulator).

Gallery

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *