Buat Apa Bikin Distro Sendiri dan Apa Kabar ILC 2015 1


Foto BarengFoto Bersama


Pernah mendengar kata distro linux?
Berapa jumlah distro linux yang pernah kalian tahu dan pakai?
Distro linux apa yang sedang kalian pakai?
Pernahkah kalian ikut mengembangkan / terlibat dalam pembuatan distro linux?

4 pertanyaan di atas mungkin sudah biasa kita lihat dan dengar dalam kehidupan para penggiat dan aktivis komunitas linux yang berada disekitar kita. Kita mengenal distro Debian, Red Hat, Slack yang memiliki banyak turunan. Lalu bagi yang belum tahu apa itu distro coba tengok kutipan berikut yang di ambil dari Wikipedia .

A Linux distribution (often called a distro for short) is an operating system made as a software collection based on the Linux kernel and, often, on a package management system.”[1] https://en.wikipedia.org/wiki/Linux_distribution

Atau kalau diterjemahkan dalam bahasa yang lebih mudah distro linux adalah sebuah sistem operasi / OS yang dibuat dari basis kernel/inti linux dan sistem manajemen paket dan memiliki kegunaan dan tujuan tertentu.

Ambil contoh untuk non-commercial distribution Debian Linux yang terkenal di kalangan masyarakat surabaya terutama pelajar(smk) dan mahasiswa ini sering digunakan untuk keperluan jaringan meskipun tak sedikit juga untuk dekstop. Lalu ada Ubuntu distro turunan Debian yang terkenal juga di kalangan komunitas linux surabaya. Tak ketinggalan ada distro buatan anak bangsa BlankOn Linux yang sesuai dengan kebutuhan pengguna komputer umum di Indonesia. Untuk enterprise dan commercial kita mengenal RedHat.

Berdasarkan DistroWatch.com terdapat 804 disto linux yang masud di data mereka. Masing-masing distro memiliki kelebihan dan kegunaan, lalu pertanyaan muncul, apakah kita dapat membuat distro sendiri? Jawaban nya pasti dapat. Lalu buat apa membuat distro sendiri?

Ini dijelaskan dengan gamblang oleh Ahmad Haris Salah seorang pengembang distro linux pada acara kuliah tamu + cangkruan KLAS yang bertempat di Universitas Narotama Surabaya pada tanggal 12 September 2015 kemarin.

Acara yang dihadiri kurang lebih 50 orang yang terdiri dari mahasiswa, dosen dan umum ini dimulai dengan sambutan dari perwakilan Universitas Narotama yakni Bapak Aryo Nugroho selaku tuan rumah. Selanjutnya memasuki acara inti. Ahmad Haris memulai dengan menggambarkan bagaimana BlankOn Linux dikembangkan. Beliau menjelaskan alasan mengembangkan sebuah distro adalah

  1. Belajar.

  2. Ada kepentingan khusus.

  3. Gengsi / karena bisa.

Belajar berindustri.

Selanjutnya beliau menerangkan bagian terpenting dalam siklus pengembangan sebuah distro. Kata beliau mengembangkan sebuah distro harus memiliki tim pengembang yang terdiri dari:

  1. Infrastruktur

  2. Pemaket

  3. Kesenian

  4. Jaminan Kualitas

  5. Dokumentasi

  6. Riset dan

  7. Humas

Seperti dunia industri memang yang komplek dimana ada tim produksi, marketing, kepala projek, humas dan sebagaianya. Menurut beliau pembuatan sebuah distro bukanlah hal yang mudah karena pengembang dituntut untuk memberikan dukungan dan kualitas yang baik. “Bikin distro jangan sampai ultah yang pertama dan yang terakir ” kutip Ahmad Haris.

Kebutuhan membuat distro?

Masih dalam presentasi beliau. Kebutuhan untuk membuat distro lumayan besar. Contoh saja pada distro BlankOn linux yang membutuhkan bandwidth, server, perangkat testing seperti laptop, desktop, tablet dan lain lain jika di uangkan dalam 1 tahun mencapai angka 2 milyar rupiah. Masih berpikir untuk membuat distro?

#Solusi 1 Gabung Distro

Jika memang dirasa sulit maka solusi yang paling memungkinkan saat ini adalah bergabung dengan pengembang distro yang sudah ada. Contoh seperti BlankOn linux. Tidak semua pengembang menyentuh pengembangan distro secara langsung atau dengan kata lain, tidak semua pengembang harus bisa ngoding, memaketkan, atau menguasai hal teknis yang menuntuk kemampuan khusus. Anda dapat memilih bergabung dengan tim Humas dimana anda menjadi corong dan tempat bertanya bagi masyarakat yang ingin menggunakan BlankOn.

Apa manfaat bagi mahasiswa ?

Pertanyaannya yang biasa dilontarkan adalah apa manfaat atau keuntungan bagi mahasiswa khususnya jurusan IT jika bergabung dengan pembuatan salah satu distro?

Banyak manfaat yang didapat. Secara individu mahasasiswa dapat belajar belajar tentang kerja sama tim, belajar mencapai target, meningkatkan kemampuan kemampuan IT dan menambah relasi. Selain itu, Noor Azam yang juga selaku dosen dan ketua KLAS menambahkan, “Jika tujuan kalian hanya kuliah, selesai kuliah ya sudah pulang selesai, tapi jika ingin menambah kegiatan positif dan kemampuan bergabunglah dengan komunitas dan pengembang distro linux”.

#Solusi 2 Melakukan Inovasi

Inovasi yang dimaksud di sini ada 2 hal, yakni yang berhubungan dengan hal teknis dan juga yang non teknis. Untuk yang teknis, dapat melakukan inovasi dengan cara membantu memperbaiki aplikasi yang sudah ada, untuk yang non teknis contohnya adalah membuat bisnis baru dan yang terakhir adalah inovasi manusia yang artinya bagaimana merubah pola pikir kita tidak hanya sebagai pemakai.

Kenapa Bergabung menjadi pengembang khususnya di BlankOn ?

Mengutip pembicara, perihal beliau mengapa berkambung menjadi pengembang khususnya di BlankOn Linux alasanya adalah sebagai berikut:

Jika anak Adam meninggal, maka amalnya terputus kecuali dari tiga perkara, sedekah jariyah (wakaf), ilmu yang bermanfaat, dan anak soleh yang berdoa kepadanya.” (HR Muslim).

Bagaimana? Menarik bukan menjadi pengembang distro linux?

Kuliah tamu dan cangkruan pun bertambah meriah dengan share ilmu dari Pak Sukaridhoto dan team mengenai Mikro Kernel. Penasaran apa itu mikro kernel? Tenang, yang belum sempat hadir kemarin, cangkruan bulan oktober bakal memberikan lebih detail perihal Mikro Kernel tersebut, jadi ayo rame-rame hadir di cangkruan bulan oktober 2015, dan nantikan info pendaftarannya di website cangkruan.

Selain acara kuliah tamu dan cangkruan, ada acara khusus untuk penggalangan dana / CrowdFunding untuk ILC (Indonesian Linux Conference) 2015 yang diselenggarakan di kota Tegal.


Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

One thought on “Buat Apa Bikin Distro Sendiri dan Apa Kabar ILC 2015